Membenahi Generasi Melalui (Calon) Ibu Masa Depan di Kuliah BAGUS!

Kedatangannya ke rumah tentu membuat bahagia, karna dia benar membuktikan harapan merajut mahligai bukan sekedar janji angsuran dua, sampai lima tahun besok.  Tapi, apa yang bisa aku berikan untuk (calon) anak kami dengan kondisi keilmuan dunia pun akhirat belum aku kuasai?

Layaknya musafir, aku juga butuh sebuah peta ilmu untuk membuka jendela dunia, menggandeng bakal anak kita menuju kesuksesan hakiki.

Akankah Cita itu Pupus Saat Dia Yang Mencuri Hati Ingin Hidup Bersamamu?

  • TIDAK! Menikah itu tak melulu  meninggalkan semua impian,  bakat, karir  yang pernah kamu bangun. Menikah itu penggenap separuh agama yang lebih dapat mengontrol hati serta pikiran dari perbuatan yang lebih banyak mendatangkan mudhorot(kejelekan) 

Solusi memasyarakat (calon) ibu serta Ibu Rumah Tangga  dengan konsep #RamahAnak

  • Semua teratasi (atas izin Alloh) dengan mendaftar dan bergabung menjadi bagian Mahasiswi Kuliah BAGUS! 
  • Apa itu?

 

 

Kuliah BAGUS (Bahasa Arab Keguruan dan Ilmu Syar’i)

  1.  Berijazah Negara 
  2.  Akreditasi B (dengan gelar S.Pd.i )
  3.  Dibekali Ilmu Syar’i dan ilmu keguruan
  4.  Cocok untuk karyawan, ibu rumah tangga, dan orang sibuk
  5.  Dosen dan staff dari Madinah, Lipia, serta perguruan tinggi ternama lainnya
  6.  Untuk Ikhwan dan Akhwat
  7. Tatap Muka Hari Ahad saja.

Ada 3 program yang di tawarkan kuliah BAGUS;

  1. 1. Kuliah Ofline. Tatap muka hari ahad. (Berijazah S1)
    2. Kuliah Online, tatap muka hanya melalui video confrence. (Berijazah S1)
    3. Kuliah online gratis, tdk berijazah.

Masih terbuka:

  1. Isi Formulir Pendaftran Online klik di sini: https://goo.gl/HFCtN4
    .
    Info lengkap di sini : https://goo.gl/sZe3iu
    .
    Tutorial ikut kuliah online, di sini: https://goo.gl/0swxqk

Syarat dan ketentuan:

  • FC ijazah SMA/sederajat 2 lembar dilegalisir Basah
  • Foto warna 2×3 dan 3×4 (4 lembar)
  • Pendaftaran Rp. 500 ribu. 

Biaya Kuliah untuk Semester Padat Selama 2,5 Tahun

  • Tidak ada uang pangkal maupun uang gedung.
  • Tidak ada biaya SKS, biaya UAS.
  • Biaya kuliah menggunakan sistem paket dicicil selama kuliah (Selama semester Padat 2.5 Tahun).
    .

 

Biaya Paket untuk  angk 13 :

  1.  Untuk program kuliah offline (Tatap Muka hari ahad dan kul. Online 2 x seminggu yaitu malam rabu dan malam jum’at). Rp. 15,5 juta .Termurah
  2. Untuk mahasiswa program online yaitu mahasiswa yang tidak bisa menjangkau kampus dalam 4 Jam. Kuliah hanya via Web (Video Confrence) Malam Rabu dan malam jum’at. Rp. 17.5 juta Termurah
  3. Adapun Mahasiswa yang dekat dengan kampus tapi karena sesuatu hal, kemudian memilih kuliah online. Maka masuk dalam program kelas khusus.

Penerimaan mhasiswa baru (angkatan 13) gelombang 1 dari 10 juni hingga 10 juli. 
Dosen dan mudir kampus: 0878 803 14000

*Biaya paket insya Allah Termurah. Survey biaya kampus jakarta, 24 jt untuk 4 thn.

 

(Tulisan ini merupakan tugas akhir pengganti KKN karna satu dan lain hal. Hak cipta oleh Zahra Fauziyyah Imani. Apabila teman berminat tanya-jawab tentang kegiatan perkuliahan bisa hubungi saya di Whatsapp: 085778478428

Bekasi, 30 Juni 2016

      (Zahra Fauziyyah Imani)

Categories: Cerpen, Kicauan, Puisi | 1 Comment

Menuju 21 Tahun Penuh Cinta [ Giveaway2016 ]

IMG_20160424_175406
Hallo, berawal dari kumpul sorak-sorai acara ulang tahun rekan guru 31 Mei kemarin, muncul akhirnya ide berbagi dengan sedikit rezeki di usiaku yang sedang on the way 21 tahun pada 22 Juni 2016 esok. Untuk kali ini aku akan berbagi lewat adanya giveaway ini. Uhuy!
   Sedikit bercerita untuk awal mula clue giveaway ini; awal mei kemarin saya resmi jadi guru lembaga sekolah swasta yang cukup terpandang di daerahku. Meskipun belum jadi ‘Guru Tetap Yayasan’ itu semua sudah sangat saya pribadi syukuri karna besar manfaatnya untuk batu loncatan karir dan cita-cita saya merubah pendidikan negara tercinta. Dari sini mulai dapat unek-unek pribadi lagi, ” Sudah kah saya menjadi yang diinginkan mereka saat di kelas?”
NAH ini!
Di usia kepala dua ini, aku mau dapat kado paling berharga dari kalian, peserta giveaway ini. Aku harap kalian bisa kasih pengalaman dan harapan kalian pribadi tentang pola didik guru yang kalian impikan selama ini. Enaknya sama guru yang gimana sih? Kenyamanan apa yang mau kalian dapat dari seorang pendidik?  Kalian boleh liat dari sudut pandang mendidik anak atau sanak saudara, pun kalian sendiri.
Tema
Guru Nyaman, Idaman Teman.
1. Buat cerpen sesuai tema yang sudah di cantumkan.
2. FYI saya dalam lingkungan pengajar tk-smp ya, jadi harap sesuai dengan itu.
2. Tidak ada batasan jumlah kata.
Peraturan Umum
1. Memiliki alamat pengiriman di JAWA.
2. Peserta terbuka untuk semua kalangan, tidak dibatasi oleh usia maupun profesi.
3. Giveaway ini dimulai sejak tanggal 01 Juni 2016 dan berakhir pada 16 Juli 2016 pukul 21.22 WIB
4. Pengumuman pemenang pada 31 Juli 2016.

Peraturan Khusus
1. Peserta WAJIB mempublikasikan info giveaway ini di akun media sosial (twitter dan facebook) dan tag enam orang temanmu serta gunakan hastag  #Giveaway21TahunPenuhCinta 
2. Follow twitter @aksaraberkisah , ikuti facebook Zahra Fauziyyah Imani, dan like fanpage Kummuz Crochet Handmade
3. Publikasi media sosial berupa Link Giveaway dan Link Tulisan yang kamu buat.
Ketentuan Tulisan
 
1. Peserta  memiliki blog platform apapun atau Facebook dapat menuliskan karyanya di blog miliknya atau notes di Facebook. Di akhir tulisan, kalian WAJIB mencantumkan Tulisan ini diikutsertakan dalam #Giveaway21TahunPenuhCinta  kemudian masukkan backlink informasi giveaway ini .
2. Cantumkan link tulisan kalian, juga nama dan akun twitter.(peserta yang menuliskan di blog atau notes Facebook) di kolom komentar di bawah ini.
3. Buat Status di facebook dengan format: Saya sudah mengikuti #Giveaway21TahunPenuhCinta [link tulisan kamu] + tag  fb saya (Zahra Fauziyah Imani) dan Kummuz Crochet Handmade sebagai media sponsor.
4. Juga posting di twitter dengan format: Saya sudah mengikuti #Giveaway21TahunPenuhCinta [link tulisan kamu] + mention akun @aksaraberkisah [link info giveaway ini]

Contohnya: Saya sudah mengikuti #Giveaway21TahunPenuhCinta “Matematika dengan Ibu Peri” [link tulisan kamu] dari @aksaraberkisah [link informasi giveaway]

Ingatt ya, ada 2 URL yang kamu cantumin di twitter dan facebook (salah satu), yaitu link postingan tulisan kamu dan link info giveaway ini.

Hadiah
1. Semesta Sebelum Dunia (Rahim) Karya Fahd Djibran

2. City Lite: Secangkir Kopi Dan Pencakar Langit (Wattpad’s Book)

3. Pouch Handmade by KUMMUZ

deb.jpg

4. Blocknote imut ukuran sedang

5. Pulsa Operator Indonesia sebesar 10.000

                                                                                                                   Dengan cinta,

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          ( Zahra Fauziyyah Imani )
Media Partner:
kumm.jpg
Nb: Karna akhir ramadhan kemarin saya di sibukkan beberapa hal lain dan tidak sempat promote Giveaway ini, saya merasa tidak fair kalau sudah harus di tutup. So, ada tambahan waktu deadline dan pengumuman nih.
Deadline: 16 Juli 2016 pukul 21.22
Pengumuman: 31 Juli 2016
Categories: Kicauan | 5 Comments

Hubungan Sosial Pada Pendidikan Karakter Anak

IMG-20150610-WA0009Sosialisasi  penting menjadi perhatian para pendidik dan orangtua karna memiliki andil membantu membentuk kepribadian anak. Hal itu akan memiliki implikasi pada kehidupan sosial anak kelak hingga dewasa. Pada dasarnya anak lahir ke dunia tanpa budaya apapun, orang dewasa di sekitarnyalah yang membantu membentuknya.

    Karena sejak awal Alloh menitipkan pada manusia 45% memory yang ada di otak, beda lagi dengan hewan yang sudah di beri kemampuan memory   90%. Apa tujuan dan fungsinya? Salah satunya adalah untuk di kembangkan dan di beri stimulasi yang sesuai. Sedangkan hewan, tak jarang  kita masih sering lihat bayi yang baru di lahirkan sudah bisa mencari makanan yang di butuhkannya.

Orang tua, guru, saudara, dan lainnya akan turut dalam pembentukan budaya pada diri anak. Proses penularan budaya tersebutlah yang dinamakan dengan sosialisasi. Dari hal tersebut, anak akan belajar mulai dari bahasa, tingkah laku, dan lainnya sesuai dengan norma budaya kita. Di saat itulah ia akan belajar mengenai perbedaan-perbedaan tersebut. Ini akan menjadi pengalaman berharga baginya.

  • Saat anak berusia 3 tahun, anak akan belajar adaptasi sosial dengan teman, tetangga, dan keluarga bukan inti. Mereka mulai masuk ke zona yang belum mereka kenali, itu jadi sebab kenapa saat anak masuk sekolah pertama kali ia masih merengek dan enggan di tinggal oleh ibu-nya. Itu semua bukan jadi momok yang besar kok, Bu. Kita hanya perlu memberi arahan dan stimulasi yang rutin kepadanya, serta  menanamkan rasa percaya pada pihak sekolah, ibu guru.
  • Selama perjalanan ke sekolah ajak anak bicara dan berikan kalimat positif penyemangat, bisa seperti… “ Hari ini Althaf sudah bisa mulai masuk di sekolah baru, dengan guru dan teman-teman yang baik. Nanti Althaf banyak bermain di sana.”

 

Kali ini, setelah memberi sedikit pemanasan tentang makna dasar sosialisasi dan kaitannya dengan anak usia dini, saya akan sedikit mengulas tentang;

Jenis Hubungan Sosial Anak

Sebelum masuk pada 6 point inti dari hubungan sosial, saya akan menyebutkan faktor terkait, yang diantaranya:

  • GEN

Kita dapat mewarisi karakteristik dalam berbagai cara, salah satu karakteristik dapat memiliki berbagai bentuk ; seperti mata, alis, rambut dan fisik lainnya dan sifat. Variasi gen atau alel   yang menyebabkan karakteristik bentuk kita yang berbeda. Kenapa bisa gen masuk dalam faktor hubungan sosial ini?

  • Jelas! Karna sejak dalam kandungan anak pun sudah dapat mendengar interaksi orangtua dan lingkungan sekitar. Maka dari itu, ada baiknya kita jaga si kecil dari dalam rahim agar ke depannya lebih di permudah.

 

  • Perilaku Sehari-hari orang Sekitar

Di point ini, bukan hanya tentang si ibu yang nge-gembol anak kemana-mana lho ya. Ada ayah, tetangga, kakek, nenek, tante dan lingkungan lain yang si ibu, ayah, anak ini jalani. Kenapa banyak sekali orang terlibatnya, Mbak? Lha iya, kan semua yang kita lakukan itu juga di rasakan si kecil di perut mbak. Meskipun masa-masa itu belum saya lewati, Alhamdulillah saya sudah dapat berbagai contoh lamgsung maupun wejangan. Kalau selama hamil kamu rumpi sana-sini, itu anaknya denger lho. Apa gak lebih baik dengarkan bacaan al-qur’an yang bikin adem plus nambah pahala, atau bisa kit ajak baca cerita sambil di elus perutnya, iya toh?

 

  • Gizi Saat Hamil

Untuk point satu ini, saya cuma bisa kasih secara global, (karna jelas ini bukan bidang saya.)

  1. Sayur
  2. Buah
  3. Daging
  4. Susu

*monggo di tambah refrensinya

 

Hubungan Sosial

 

  1. Perilaku tidak peduli

Pada tahap ini, anak tidak bermain dan terlihat masuk dalam perilaku tidak peduli. Mereka sibuk di dunianya sendiri yang membuat mereka nyaman tanpa melihat sekitar. Yang kita perlukan adalah rutin memberikan arahan dan mengajaknya bergabung, sesekali beri dia rewards agar ia senang dan bersemangat. Untuk rewards ini, tidak harus berupa barang kok. Cukup beri mereka penghargaan ucapan, “ Alhamdulillah sudah ada Utsman yang bergabung, Utsman sedang menyusun puzzle kereta api teman-teman…”

 

  1. Perilaku penonton

Anak memperhatikan anak lain saat bermain, mereka mungkin berinteraksi secara lisan, tetapi dia belum siap untuk bergabung.

  • Di tahap ini, anak sudah ada ketertarikan dengan alat main yang di sediakan. Ajak dan buat ia tertarik dengan kegiatan yang ada. Kita bisa informasikan mainan yang ada, cara mainnya, “ Hari ini untuk kelompok ma’wa Bu Zahra keluarkan pompom besar, nanti teman-teman bisa mencocokkan warna pompom dan gelasnya ya…”

 

  1. Perilaku main sendiri

Tahap ini membuka jenjang sosial yang sudah mulai terbangun dari anak. Anak terlibat dalam main dengan diri sendiri, main yang di maksud sepenuhnya mengatur sendiri.

  • Ketika anak main sendiri dengan yang sudah kita sediakan, bukan lantas kita lega lalu meninggalkannya. Mereka tetap butuh menyelesaikan tahap sosialnya ini, Bu. Mari kita bantu dengan memupuk kepercayaannya, keberaniannya. “ Wah, Sarah sedang bermain apa itu? Bentuk apa ya yang sedang Sarah pegang? Bu Zahra lihat ada satu warna dari bentuk itu yang sama dengan warna buku Bu Zahra, yang mana ya?”

 

  1. Perilaku main berdampingan

Anak main dekat dengan anak lainnya tetapi anak sibuk dengan permainannya sendiri, tapi di lain sisi dia senang dengan kehadiran temannya.

  • Pada posisi ini, bantu anak untuk sadar akan lingkungan sekitarnya. Komunikasikan padanya bahwa ada temannya yang terlibat satu permainan dengannya, “ Alika dan El sedang memasang kancing bersama ya, sudah berapa kancing yang di pasang Alika ya, El?”

 

  1. Perilaku main bersama

Anak main dengan anak lain dalam satu kelompok, ia dapat saling tukar bahan main, tetapi tidak ada tujuan yang di rencanakan dalam permainan.

  • Anak masih sibuk dengan keinginan masing-masing dan belum bisa merundingkan bersama apa yang mereka mau. Contohkan langsung bagaimana bertukar fikiran dengan temannya. “ Akbar , Bu Zahra dan Istaz mau buat makanan di restaurant, akbar mau bergabung buat makanannya?”

 

  1. Perilaku main kerjasama

Tahapterakhir dari sosialisasi anak ini harus terbangun saat ia usia 6th. Anak main dengan anak lainnya dan mainnya memiliki tujuan yang di rencanakan. Anak merencanakan dan berperan aktif di dalamnya. Sudah bisa ikut sesuai aturan main, ada diskusi dan kesepakatan.

 

Usia yang sama bukan berarti memiliki kebutuhan sama antara anak satu dan yang lain. Berikan stimulus sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhannya. Selalu beri contoh lalu kemudian arahkan untuk berbagi kepada teman dan lingkungan, karena ego sentries seorang anak akan makin besar jika tidak di beri arahan.

Jpeg

Regan dan Sarah meronce di Sentra Persiapan

 

 

Di tulis dengan tambahan oleh, Zahra Fauziyyah Imani @aksaraberkisah

Dari penyelenggara Creative Education Center Al-Falah Kidz

Categories: Kicauan | Leave a comment

Zahra Fauziyyah Imani; Surabaya 22 Juni 1995 🚼♥

View on Path

Categories: Uncategorized | Leave a comment

[ Review ] Hujan Daun-Daun

Gambar

Hujan Daun-Daun

Persembahan dari: Gramedia Writing Project 2013

Penulis: Lidya Renny Ch. Tsaki Daruchi, Putra Zaman

246 Halaman

Harga: Rp. 50.000

 

 

      Sabtu, 19 April 2014 kemarin karena kebutuhan akan buku baca saya habis, jadi saya sedikit memaksakan diri untuk keluar dari ‘kandang’ yang kebetulan memang di sediakan Mama untuk mengisolasi saya, agar adek kecil saya tidak tertular cacar. HHffttt bete banget itu beberapa minggu gak keluar, untung masih ada beberapa applikasi di gadget yang bisa sedikit menghibur. Saya memilih mengunjungi toko buku paling dekat dari tempat tinggal saya, Paper Clip. Awalnya saya menyimpan satu judul buku yang hendak di bahas di Klub Buku Indonesia, The Sound and Fury. Setelah melihat sana-sini, saya menyerah, menuju kasir dan membawa wishlist agar sesegera mungkin di temukan. The Sound and Fury, coret. A Very Yuppi Wedding, coret. Saya menarik napas panjang, kecewa. 

     ” Ini buku baru lho, Mbak. Apa gak minat?” Saya menengok kearah mas-mas sebelah kiri saya, tersenyum kecil. 

Daan akhirnya, buku ini bisa berpindah kepemilikannya, yuhuu langsung cajah yuukk~

 

Akhir-akhir ini, tidur Tania nyaris tak pernah nyenyak. Malam-malamnya diisi mimpi yang sama, tentang gadis kecil berbaju biru, pohon besar yang kokoh, dan dedaunan yang berguguran. Dan seiring dengan ulang tahunnya yang semakin dekat, mimpi itu semakin sering mengganggu. 

Di satu sisi, ia bersemangat menyambut ulang tahunnya yang hanya bisa dirayakannya empat tahun sekali, tepat pada tanggal 29 Februari. Tapi di sisi lain, mimpi itu juga membuat Tania was-was karena peristiwa besar yang mengejutkan terjadi tiap kali ulang tahunnya dirayakan.

jadi, tahun ini diam-diam ia bersiap. Apalagi ketika satu per satu rahasia masa lalunya mulai terungkap. Tania harus mencari tahu, apakah mimpi itu sekadar bunga tidur ataukah ada arti lain di baliknya?

 

Teks berwarna merah di atas adalah sinopsis yang terletak di belakang buku, entah kenapa setiap membacanya selalu pikiran saya melang-lang buana ke film anak Alice in Wonderland, mungkin karena ide pokok, tentang mimpi yang juga di adaptasi film Alice itu.

      Tania Arini Wibowo sangat beruntung memiliki sahabat setia yang begitu baik padanya, Stella. Mereka sudah berkawan baik sejak mereka kecil, itulah sebabnya baik Tania atau Stella tak pernah lagi canggung menceritakan apa yang sedang ia rasakan. 

” Mimpi itu lagi,” bisik Tania. ( hal 13 )

Hari itu ia memutuskan untuk tinggal di rumah saja. Stella membawakan obat dan tugas untuk Tania siangnya. Stella juga membawa kabar tentang persiapan menjelang ulang tahunnya di bulan kabisat nanti,  

” Kali ini gue minta di rayainnya berempat…” ” Biar lo ada temen buat ngobrol, Joshua bakal ngajak temennya…” ( hal 19 )

   Selain Stella, Tania juga masih punya Kakek dan Nenek yang begitu ia cintai, pun sebaliknya. Tetapiii, ia juga menyempan kekecewaan setiap kali bertanya tentang orang tua, Ayah dan Ibu nya kepada Kakek dan Nenek ia selalu mendapat jawaban tak memuaskan. 

Tania berusaha mengingat semua hal yang ia alami dengan orang tuanya. Tetapi makin ia berusaha mengingat, makin kosong imaji yang hadir. Hanya layar hitam yang muncul di otaknya. ( hal 23 )

      Tidak berselang lama, ketika harusnya hari itu ia jalan bareng dengan Adrian Mahendra namun takdir menentukan lain. Ia di pertemukan dengan Meilia Sasmita Wibowo. Sedikit demi sedikit fakta tentang Ayah dan Ibunya terungkap. Ia begitu senang mendapatkan Hujan Daun-Daun, melalui Meilia. Dan pada akhirnya,  di ulang tahun kabisatnya tahun ini, ia memeroleh banyak keajaiban… Apa saja ituu…? Yuk beli Hujan Daun-Daun, ikuti setiap jejak Tania dalam mencari jati dirinya.

               ” Angin nggak akan pernah berhenti bertiup, dan daun-daun itu nggak pernah tahu kapan mereka  akan terlepas dari tangkai, tapi tanah akan selalu siap menerima mereka. Seperti kita yang juga harus selalu siap  menerima keajaiban-keajaiban itu…” ( hal 245 )

Buku teenlit yang gak sekadar teenlit. Good job Gramedia Writing Project!  ☆☆☆

 

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , | 2 Comments

[Review] Kata Berdansa #1

A Week of Collaboration #1

Kata Berdansa

Gambar

 

mengait kata, bercerita bersama.

 

Buku ini tepat berada di genggaman sewaktu sedang asyik-asyiknya mengutak-atik playlist saat berdiri di kereta, waktu itu aku dan beberapa teman Klub Buku Bekasi sedang ikut acara Kampus Fiksi Roadshow Bogor. Kak Feti, memberikan beberapa pilihan buku yang hendak di berikan saat grup whatsapp Klub Buku Bekasi mengadakan kuis, dan pilihanku jatuh ke beberapa buku, diantaranya Kata Berdansa ini, dengan cover soft yang begitu menggoda, 

         ******

Gambar

Akhirnya meski beberapa menu special di sini sempet terbengkalaaiii…. tepat seminggu di awal bulan maret ini aku berhasil melahapnya. 

Kata Berdansa, buku kolaborasi 20 penulis dengan 3 koordinator, berhasil membius kemalasanku dalam membaca buku kumpulan cerpen. Jangka waktu seminggu adalah kurun waktu yang lumayan lama bagi saya. Harusnya…ini buku udah selesai dari kemarin-kemarin. Tapi, tipikal cenderung menyukai keutuhan cerita saat membaca buku menjadi salah satu penghambat. ya…aku memang kurang menyukai kumcer, pfft…

      Gambar

 

Nah… inilah #3 menu special di ‘restaurant’ ini.

Dari awal ketika melihat menunya, “huwoohh…lengkap nih, ada gegalauan dan seneng-senengnya,” Oke yuk mulai ‘sedikit’ membedah buku ini.

 

#1 Tawa

 

Dengan pembukaan yang memberikan kesan positif, tentu ya..bisa jadi kesan positif juga kan ya.

      Di sini ada 6 judul cerpen yang di tulis 2-3 orang, di antaranya;

  • Tertawa Kembali;

Bercerita tentang kisah Abi Harianto dan Andini Sriputri yang berusaha membangun kembali chemistry mereka yang sempat pudar karna kesibukan sebagai pasangan desain interior dan penulis, hmm… Gambar

  • Terselip Tawa di Senja yang Merenta

Tentang haru dan tawa di suatu senja karena sebuah keputusan Tania dan ayah tercintanya. Di halaman ini, bonus tanda tangan penulisnya, waktu itu sempat bertemu di event Kampus Fiksi Roadshow, yuhuu~

  • Penjelma Tawaku

Kisah Apri, yang sedang sibuk-sibuknya menjalani kemo namun tetap menyelipkan tawa saat Guntur bersamanya. Gayung bersambut, Guntur menawarinya menjadi penyedia cawan kebahagiaannya, wah siapa yang mampu menolaknya cobaa….

  • Hadiah Kejutan

Kejutan Prama sang kakak untuk Andini adik tercintanya, sweet dehh…

  • Mempertahankan Tawa

Ada pembalap dan idolanya yang malah akhirnya menjadi kekasih setianya dalam susah maupun senang.

  • (Bukan) Tawa Untukku

Kedai teh yang menyadarkannya, tawa renyah itu bukanlah untuknya. di sini, sedikit ganjil sih, malah kesan galauuuunyaa bangeeett…hihi…tapi tetap oke sih pembawaannya.

 

Nah Dari #1 Tawa yang paliiinggg-paliingg ngena itu pembukanya; Tertawa Kembali.

 

#2 Damai

daann ada 6 cerita lagi di bagian ini yang gak kalaah seru dan apik. 

Maaf yang Tertunda; berdamai dengan keadaan hati dan kondisi saat harus bertemu mantan di acara penting kekasihnya. Aseli ini galaunya juga bangeet ya.

 

Damai di Penghujung Senja; Hari terakhir Paman Toto yang akhirnya dapat menjemput Mama Dina menuju keabadianNya.

 

Hujan; Selalu dikaitkan dengan Rindu. Si empunya rindu, Brutus sedang sangat sibuk menyusun agenda dan cara bagaimana merindukanmu lebih sering dari biasanya.

 

Secret Admirer; Cinta diam-diam. Nahlo kaya dwitasari x) Ada Rani yang diam-diam menyimpan rindu saat harus berdiskusi dan bertukar pikiran dengan Pak Alex, atasannya.  Cinta terlarang?huwuh~

 

Ketika Damai Menyusut Keluh; oke ini dari judul aja udah nusuukk begini. Ya, sebenernya ide dasar cerita ini sama kaya di realita kehidupan sekarang, kejebak friendzone. Yang pada akhirnyaaa….gak bisa menuntut lebih.

 

Mengikat Damai; Ara yang belum juga mau mengakui tentang isi hatinya…tentang Adhit. Mereka disatukan dalam konflik kantor yang mengharuskan mereka berjalan bersisihan,nahhhloo..

 

Judulnya memang Damaai…daann isinya ngalaauu bangeet deh. 

 

#3 Gelap

 

Ada 7 menu penutup yang ngak kalah nusuuk, nahh;

  • Gelap dalam Gelap

kurang galaau apa coba itu juduul?!duheehh ini tentang Nayla, mencintai seseorang yang sudah ada yang memiliki. BUNUUHH DIRI!

  • Debar untuk Bulan

Bulan Andiana yang harusnya membenci Banyu Anggara, kalau gue jadi dia siihhh… Udah ngasihh perhatiian dan lain-lain, ujungnya membawa cewek di hadapan Bulan dengan liontin kalung bernamakan Banyu di leher si ceweekkk…ITU APAAA?!

  • Datang dan Pergi Seperti Malam

Selamat berbahagia dengannya, Tuhanmu takkan pernah salah memilihkan pendamping terbaik untuk hidupmu*habis ngomong tu nanngis kejeerrr*saat posisi kita menerima undangan pernikahan dari MAANNNTANNN!uwooh

  • Mendung

Lagi-lagi kisah bos dan bawahannya; Miss vic dan Nick. 

  • Tiga Bungkus Nasi

Kisah haru Teguh dan Ciput yang berusaha hidup tanpa meminta-minta, ataupun mengamen, seperti ajakan Boi teman Teguh. Ia teringat wasiat ayahnya kala itu,” Lebih baik tangan di atas daripada tangan di bawah,”

  • Gelap yang Menggantung

Wanita yang terpaksa harus berakrab dengan virus HIV gara-gara Faisal, si nomor satu di hidupnya dulu.

  • Dua ‘K’ Dalam Abu

Gambar

 

Kenya dan Kelly, dengan kebencian mereka masing-masingg.

 

Oke jadi ini gak tau bisa di sebut review apa bukann…mau rate ★ ★ ★  buat Kata Berdansa! nambahin ♥ juga deehhh~KEWWREN!

Gambar

Nahhh ini orang keren di dalamnya~!

 

 

@aksaraberkisah

 

 

Categories: Uncategorized | Tags: | 7 Comments

Me Time

    Gambar

 

 

    Pukul 10.24, akhirnya aku mendarat juga di Bandara International Kansai,  Osaka,  di sambut rerintik hujan lumayan lebat. Perjalanan yang harusnya di tempuh 10 jam terpaksa molor dua jam, sedikit lebih lama daripada delay biasanya.

       Jet lag masih begitu terasa, huft.

Selesai urusan di loket antrian yang teratur itu, aku menuju ruang kedatangan, mencari sesosok tegap suamiku, yang sempat terpisah antrian tadi.

“Nah, itu dia,”

Rupanya dia sudah tidak sendirian, “ Siapa itu?” pikirku.

     Aku kuatkan langkahku menujunya dengan satu travel bag sedang … yang rasanya seperti memikul berapa karung beras. Langkahku sedikit terhuyung.

“Ma, ini Faldi… yang mengurus tiket beberapa perjalanan kita nanti.”

Aku tersenyum, sedikit di paksakan. Nampaknya jet lag delay dua jam begitu berpengaruh di kehamilan mudaku ini, hihi.

 

******

 

Bandara Internasional Kansai bersih dan luas. Dengan arsitektur megah dan fasilitas lengkap, bandara yang di bangun di atas laut yang di timbun tanah itu menjadi satu diantara bandara international  di Jepang.  Sudah kali kedua kemari, dan aku baru mengetahuinya tadi, dari suamiku. Bandara Kansai ini juga menyatu dengan stasiun kereta, agar efisien dan efektif. Aku sedikit tercengang,” Mewujudkan Indonesia seperti ini, apa Cuma bisa ada di angan?”

 

       “ Lunch, ya?” Suamiku mempererat genggaman, menyadarkan lamunanku akan keindahan sekitar bandara. Aku mendongkak, memperhatikan lekat gurat senyumnya, indah. Selalu indah.

Dengan kereta rapid, aku dan suami di bimbing Faldi menuju sebuah tempat di Osaka, Restoran Ubud Suci. Hm, sound great!

     Dari jendela kereta, tampak laut luas di hiasi mendung yang masih setia. Enam puluh menit berlalu cepat, kami telah samapi di tempat tujuan awal, bersama hujan rintik dan hawa yang semakin dingin menusuk, brrr…

Restoran Ubud Suci; sebuah restoran bernuansa  Bali dengan sajian makanan khas Indonesia. Awalnya aku sempat mengerenyitkan dahi, tanda kurang setuju. “ Masa iya ke Jepang ujung-ujungnya makanan sehari-hari kita.” Suamiku terkekeh, dasar bumil!

Aku memilih meja yang sedikit menjorok ke dalam ruangan, bersebelahan dengan deretan kaca lebar. Meja di sebelahnya ada wanita Jepang bertubuh mungil dengan kaca matanya, asyik bercengkrama dengan bocah kecil yang ku taksir sudah memasuki kelas pre-school itu.

 

*****

 

 “Hy,” aku tersenyum, mengulurkan tangan.

“Rhea,” celetuknya.

“Indonesian?” tanyaku.

       Baru ku ketahui lagi, kebanyakan wanita Jepang berprofesi sebagai penerjemah bahasa, Cina dan Inggris kebanyakan. Rhea, wanita muda di bawahku dua tahun yang sudah memiliki jagoan kecil Alex. Ia pernah bersekolah di Cina dan mempelajari bahasa serta budaya Cina, alasan dia simple, karena tertarik artis laganya, Jackie Chan. Ia pernah bermukim sebentar di Lombok, yang kemudian menjadikannya bisa sedikit  berbahasa Indonesia.

    “ Apa hobimu, Sarah?”

Aku telan sedikit cepat asparagus di depanku. “Membaca dan menulis,” jawabku mantap.

    “Wah, hebat! Kita punya kesamaan hobi,” dia tersenyum. “ Aku juga kerap kali mengisi blogku saat ada senggang waktu,”lanjutnya.

Aku tersenyum, hihi kebetulan sekali.

   “Apakah sudah punya buku yang kamu terbitkan?”tanyanya lagi, dengan mata berbinar yang jelas nampak di balik kaca matanya.

Aku tersenyum kecut, bukan karna brokoli yang aku kunyah ini, bukan. “Cita-citaku,” jawabku sekenanya. Pertanyaannya membuatku terperangah, terselip rasa malu, karna sampai saat ini, belum ada prestasi yang aku ukir di dunia menulis. Waktuku sudah aku benamkan pada bakti kepada Mas Ervan.  Baru saja mencoba meninggalkan sejenak dunia mengajar, memfokuskan diri membesarkan janin yang memasuki trisemester pertama ini.

“Wah, semoga bisa segera menjadi kenyataan ya. Nanti aku minta buku yang sudah bertanda tanganmu, ya?” kami tertawa bersama, Alex yang sibuk dengan mobilannya menatap satu persatu dari kami, bingung ya nak?

      “ Aaamiiinn, semoga.” Senyumku mengambang di antara rintik hujan di Osaka. Air mata yang sudah mengambang buru-buru aku seka, sebelum nantinya membanjiri pipi.

       Sudah hampir satu jam kami bercerita, bertukar pengalaman. Mungkin sudah cukup, tiba saatnya aku dan suami melanjutkan perjalanan pulang, ke Hanamatsu.

Bye… see you,” Kami saling melambaikan tangan, lalu berpisah dengan senyum bahagia. Sebuah pertemuan singkat yang hangat dan begitu membekas untukku. Di tengah obrolan, Rhea mengajariku satu hal, memuji sebuah mimpi dan cita-cita untuk menghargai prestasi orang lain dan diri sendiri.  Sebesar apapun itu.

          Sebelum pulang ke Hanamatsu, suamiku memberi kejutan sederhana, di luar rencana. Ia tiba-tiba menuntunku ke araha Universal Studio, Osaka. Kami tidak membeli tiket, hanya menikmati kebersamaan di siang yang mendung, menyaksikan hilir mudik orang-orang.

Menjelang sore, kami melangkah keluar taman, menuju stasiun, pulang. Kereta listrik dengan perjalanan selama empat jam menuju Hanamatsu.

           Pikiranku masih belum enggan beranjak dari taman Universal Studio itu, rumput di taman bertabur bunga-bunga putih kecil laksana taburan mutiara. Pohon-pohon tumbuh subur, bunga-bunga bermekaran dengan aneka warna cerah. Dan aku begitu terima kasih, Mas Arvan, memberiku lagi honeymoon yang sungguh menakjubkan, lagi. Tak henti bersyukur atas kesempatan dariNya. I have another chance. Rhea, Douzu yuroshiku. 

 

 

 

Tulisan ini diikut sertakan Give a way Potret Rasa karya beberapa teman saya, yuk ikutan partisipasi meramaikan, info lengkap di @GenkBooks 

 

Nah ini penampakan Potret Rasa, kece yaa!

Categories: Uncategorized | Tags: | 4 Comments

Cerminku, Kamu, Pengajarku.

 

     Catatan bagi mahasiswa; mempelajari Ilmu Pendidikan menjadi paradoks yang kemudian harus di akui bahwa nantinya, akan ada masa dirinya menjadi seorang pendidik. Menjadi pendidik itu panggilan hati nurani, relung terdalam seorang guru. Karna menjadi pendidik itu, di penuhi tantangan hidup yang menarik;  nantinya ada di lingkup berbagai macam karakter seorang siswa, dan guru-guru lain, tentunya bukan hal yang mudah toh menyelaraskan pikiran beratus, atau bahkan beribu manusia. Tidaklah mudah menjadi pendidik yang berhasil, karna banyak juga yang menyatakan menjadi guru yang baik harus berbekal banyak ‘kiat’ yang tentunya gak bisa di pelajari spontan dan dalam waktu singkat. Toh segala sesuatu itu pasti berproses, bukan?

     Ah, itu sekelumit pikiran tambahan atau opini  dari beberapa bacaan tentang pendidikan yang selama ini sudah banyak berceceran di mana-mana. Waktu tau ada lomba ini, sebenarnya bakal sadar banget kalau takutnya saya bukan malah membuat artikel sebaik-baiknya, malah jatuhnya curhat, duh. Ilmu Pendidikan, terkhusus untuk guru merupakan kajian dasar yang mengantarkan kepada kedewasaan, tanggung jawab dan pengelolaan kemampuan diri kepada lingkungan.

Sebagai seorang yang memiliki status guru, yah walaupun saya belum bisa di sebut guru yang layak ya :3 banyak sekali hal yang bisa saya pribadi petik hikmahnya;

    Dari yang sadar betul bahwa kita gak bisa, tentu gak bisa menyuruh dan memerintahkan anak didik kita untuk minum sambil duduk dan makan tangan kanan kalau kita tidak mendekatinya dan tentu mencontohkannya.  Apalagi, saya mengajar di lingkup anak yang masih unyu-unyu-nya.

Gambar(kanan)

Putra, (kiri) Farash 

Gambar

 

Berbaris, ya:)))

Gambar

 

Gambar

 

Gambar

Dari situ saya tau, menjadi pendidik itu benar-benar mengembangkan kemampuan pribadi, seperti sabar, harus banyak-banyak bersabar. Pendidik juga sebagai proses sosial yang di tujukan sebagai penguasaan ketrampilan sosial dengan wahana terseleksi dan terkontrol, seperti sebuah yayasan lembaga atau sekolah. 

     Pendidik tentu bukan upaya menciptakan alat untuk suatu kekuasaan, pendidik itu upaya bagaimana kita mengantarkan seorang anak yang awalnya gak tau apa-apa sampai mampu meraih individualitas. 

Categories: Uncategorized | Tags: | 2 Comments

[Review] Tears in Heaven

Image

 

Tears In Heaven Penulis: Angelia Caroline

Penyunting: Alit Tisna Palupi

Desain sampul: Levina Lesmana

Penerbit: GagasMedia

 Cetakan pertama, 2013

346 halaman 

Buku ini, aku dapet dari temen Klub Buku Indonesia, @mayangNM. Waktu itu, lupa kapannya, dia sedang berkunjung salah satu mall dekat rumahku. Akhirnya, aku menghampirinya. Ngobrol-ngobrol sampai akhirnya aku tau, kalau dia kesini gak sendiri, ada beberapa temannya yang ia gotong dari karawang yang gak punya mall itu. Uwh…(habis ini di keroyok warga karawang)

     Dari awal liat ini, udah jatuh cinta dari dulu. Tapi, karna banyak juga list buku jadinya yaahh begitulah. Akhirnya dapet dari Mayang, yey! Oke mulai Reviewnya deh!

*****

 

Aku akan merindukanmu. Tak sedetik pun hatiku luput dari denyut perih karena kehilanganmu.

 
Kau tinggal terlalu sebentar, pergi terlalu cepat. Seperti rahasia ilahi lainnya yang tak benar-benar kumengerti, terkadang aku bertanya-tanya mengapa Tuhan hanya memberi waktu sedikit untuk kita. Tapi aku tidak menyesalinya. Karena sejak awal pun aku tak pernah berusaha menghindari kebersamaan kita.
 
Aku akan merindukanmu. Dan aku tahu, mulai hari ini, perasaan ini akan senantiasa menyiksaku. Tapi tak apa, sungguh tak apa. Sakitnya masih tak seberapa… ketimbang harus melupakanmu.

 

Nathan adalah anak yang aktif dan pandai, dulunya dia kapten tim basket di sekolah, dia tinggal di Bali hanya dengan ibunya. Hingga cobaan paling berat menerpanya, memaksa dia ke Jakarta untuk menemui ayah kandungnya yang kini mempunyai keluarga baru.
    Tidak ada pilihan lain, walau membenci ayahnya karena pergi meninggalkannya dan membuat dia merasakan kehilangan seorang ayah di masa pertumbuhan, hanya dia yang bisa menolong dirinya. Nathan divonis menderita kanker myeloid akut atau dikenal juga dengan AMS (Akut Myeloid Leukimia), keadaan di mana pertumbuhan sel darah putih yang tidak normal di tulang belakang dan menyerang eritrosit. Selain pindah rumah dan sekolah, tujuan Nathan ke Jakarta adalah untuk melakukan pengobatan, kepada ayahnya adalah seorang ahli onkologi.
     Di sekolahnya yang baru, Nathan bertemu dengan teman-teman yang mewarnai hidupnya, Tania yang semeja dengannya, kapten modern dance di sekolah, kemudian ada Marvin dan Brian yang selalu mendapat nilai jelek di kelas dan berisik. Nathan tidak terlalu banyak bergaul dengan teman yang lain, dia sangat tertutup dan tidak ingin teman-teman yang lain mengetahui penyakitnya
    . Namun, ada satu teman yang selalu membuatnya ceria dan bersemangat, yang selalu mendukung dan menyemangati ketika dia melewati hari-hari yang menyakitkan akibat kemoterapi, seorang gadis mungil yang suka menyendiri dan menggambar, Kayla. Dari segi cerita cukup menarik, penggambaran karakternya  cukup sukses, kesedihan yang dialami Nathan juga bisa aku rasain. Ahhh awalnya sih mulus.
    Ada tapinya nih, di akhir rada banyak kecewa; dari tentang Kezia, yang ternyata adik kandung Kayla dan Nathan gak pernah sadar, Masa iya gak sadar, padahal Nathan gak hanya sekali dua kali ketemu dia. Pfttt… 
 
Penasaran? Baca deh..
 
Rate: ★★★
    
Categories: Uncategorized | Tags: | 7 Comments

Trip Kawan @Klubbuku_bekasi on Kampus Fiksi Roadshow Bogor

Tarraa, akhirnya hari pelaksanaan Kampus Fiksi dari Pak @Edi_akhiles dan Diva press terlaksana juga. Yey! Terima kasih sekali @Klubbuku_BGR dan para orang hebat di dalamnya. 

    Aku, dan teman-teman KlubBukuBekasi sudah lama merencanakan pergi bersama. Dari obrol-obrolan di grup whatsapp akhirnya di ketahui delapan orang yang sanggup mengikuti. Diantaranya; Bang Fardhi, Bang Olih, Bang Juliardi, Kak Pitli, Kak Feti, kak Mutiara Avan, dan Kak Dewi. Dan kita bersepakat bertemu di stasiun bekasi di pukul sembilan pagi. Awal dateng, masih belum tampak batang hidung mereka-mereka. Akhirnya Kak Pitli datang, setelah dapat tiket aku dan Kak Pitli menunggu di dalam. Gak beberapa lama Kak Ijul yang harusnya sudah datang terpaksa menukarkan tiketnya kembali, huahha…Dia salah tujuan. Di susul Avan dan Kak Dewi, ada Bang Fardhi dan Rani, adiknya, setelahnya menunggu satu teman kak Pitli; Kak Aida.

Image

oowwow ini adalah peanampakan @Fardhirama

Setelah sampai stasiun Manggarai, kita berdelapan turun. Di sana kita akan menunggu Kak Mutiara, Bang Olih, dan Kak Feti. Nah dari Manggarai kita akan berjalan menuju Bogor bersama, yihahaaa.

     Dan tepat pulul setengah dua belas kita menginjakkan kaki di Bogor, stasiun Bogor.(dokumentasi gak ada nih sayangnya waktu di bagian ini) Kita memutuskan untuk menyewa satu angkot untuk bersebelas, biar gampang sih, jadi gak pisah rombongan. 

Image

 

at Mall Ekalokasari

Image

Dari kanan;

Feti, Fardhi, Jul, Zahra, Aida, Rani, Olih Dewi, Avan, Mutiara, Wira

Image

Persiapan untuk materi

Image

Panggung acara beserta mc

Image

 

Pembukaan oleh ketua panitia oleh @hQZou

Image

Pak Edi,” Dua dimensi dalam tulisan: (1) gagasan, (2) cara menuangkan gagasan.” #KampusFiksiRoadshow

Image

peserta Kampus Fiksi Roadshow

Image

Manis sekali, ya.

Image

ini niat nunjukkin fotonya sik~

Image

Image

Image

 

Terima kasih banyak, Pak Edi, dan pendukung acara Kampus Fiksi Roadshow ini. Semoga semakin bersemangat memperbaiki karya, hihi.

Categories: Uncategorized | Tags: | 1 Comment

Create a free website or blog at WordPress.com.